Siapkah Indonesia Hadapi 4G LTE? Kalau Siap, Inilah Resiko yang akan Dihadapi...

12/24/2015 06:26:00 am Ikhalid "Ian" Rizqy Al Raihan 0 Comments



Globalisasi sudah sejak lama merambah nadi kehidupan masyarakat Indonesia. Globalisasi masuk dengan borderless trade, perdagangan tanpa batas. Perdagangan inilah yang membuat banyak barang-barang luar negeri berdatangan ke negeri kita. Bukan sekedar datang, semua peralatan sudah semakin dilengkapi dengan berbagai fitur modern. Tak ayal barang-barang yang kita jamah sehari-hari semakin canggih. Contohnya handphone. Handphone jaman baheula gedenya kayak batu bata. Makin lama ukurannya semakin kecil, namun layarnya cuman muat sebaris tulisan dan hanya bisa dipakai telepon dan SMS. Sekarang, layarnya mekin lebar, tombolnya menghilang dan fungsinya makin canggih; buat SMS, teleponan, sosial media sampe bisa jualan pake hp.
Karena HP semakin canggih, operator telekomunikasi di Indonesia berlomba-lomba meningkatkan kualitasnya. Demi menarik minat pelanggan, para penyedia jasa tak sungkan-sungkan melebarkan wilayah kekuasaannya, eh...jangkauannya ke seluruh penjuru nusantara. Layanan yang dibuat pun semakin kekinian. Karena fokus pelanggan saat ini kepada internet di HP, maka operator mencoba untuk memuaskan mereka di sektor ini. Mulai menawarkan paket internet murah sampai yang agak mahalan tapi koneksinya cepat bak kereta api dijajakan dengan gencar.
Salah satu yang lagi ngetrend adalah paket 4G LTE. Ini adalah generasi keenam dari sejarah telekomunikasi dunia. 4G menjanjikan internet super cepat. Nonton YouTube tak lagi harus nunggu lagi buffering yang lamanya bisa buat ngerjain tugas presentasi dari mulai pendahuluan sampai daftar pustaka. Bersosmed ria tak juga jadi masalah. Berbagi hal-hal yang terjadi saat ini seperti mengedipkan mata. Untuk mengetahui yang terjadi di luar sana, tinggal buka HP, dan berita yang terjadi saat itu juga.
4G memberikan dampak positif bagi penggunanya. Namun para pengguna harus sanggup menanggung resiko dan kerugian dari hal ini. Segalanya di dunia ini memang tak lepas dari baik-buruk dan untung-rugi. Berikut ini beberapa dampak negatif yang harus diterima konsumen jaringan 4G. Sebagaimana yang dilansir jalantikus.com, inilah hasilnya:
1.       Jaringan operator belum mencakup semua daerah
Semua operator mungkin tak ragu memperluas jaringannya demi kepuasan pelanggan. Namun untuk 4G, para operator akan coba-coba dahulu. Wilayah percobaannya hanya mencakup kota-kota besar di Indonesia. Untuk para pengguna di daerah, nampaknya harus bersabar shobrun jamil untuk menunnggu kedatangan jaringan ini. But wait, jangankan untuk jaringan 4G, jaringan HSDPA, HSPA, 3G atau apalah namanya saja masih banyak yang tidak menjangkau daerah-daerah di Indonesia. Contohnya saja di kampusku, kampus yang terletak di kota kecil di ujung barat Jawa Timur dan terkenal dengan kesenian Reog. Di kampusku saja, jaringan HSDPA terkadang susah ditemui. Teman-teman harus ngoyo melambaikan HP atau naik ke atap asrama untuk mencari sinyal yang kuat. Mungkin karena lokasi kampus yang mewah...mepet sawah maksudnya...membuat para operator mungkin ogah melirik daerah itu. Lagian siapa juga yang mau mainan facebook di tengah sawah. Mungkin inilah yang membuat para konsumen di daerah harus benar-benar sabar.
2.       Harga yang mahal
Harga menentukan kualitas. Itulah ungkapan yang lumrah dalam istilah bisnis. Bisnis telekomunikasi pun seperti itu. Semakin baik koneksi, semakin mahal harga yang harus dibayar. Begitu 4G LTE tiba, bersiaplah untuk merogoh kantong dalam-dalam sampai mengorek celengan untuk membeli paket internet 4G.
Berikut ini daftar tarif internet 4G LTE di Indonesia, sumber: www.gadgetgan.com
Operator
Harga
Kuota/30 Hari
Keterangan
Telkomsel
– Simpati
Rp 80 ribu
2 GB
Kuota berlaku 24 jam, bonus 3 film dari Moovigo
– As/Loop
Rp 60 ribu
1,3 GB
Indosat
Rp 49.900
Total 3,5 GB
Total adalah akumulasi Kuota Utama, Kuota Siang (09.00-17.00) dan Kuota Malam (01.00 – 06.00)
Rp 59.900
Total 5 GB
Rp 79.900
Total 7,5 GB
Rp 99.900
Total 9,5 GB
Rp 199.900
Total 20,5 GB
XL
Rp 100 ribu
Total 3,5 GB
Total adalah akumulasi kuota 4G dengan 2G/3G
Rp 200 ribu
Total 8 GB
Rp 300 ribu
Total 14 GB
Rp 50 Ribu
500 MB – 1 GB
Smartfren
Rp 60 Ribu
Total 1 GB – 4 GB
Total merupakan akumulasi kuota dengan bonus. Paket merupakan gabungan antara kuota telepon dan SMS. Paket Rp 50 ribu tidak dapat bonus.
Rp 100 ribu
Total 1 GB – 10 GB
Rp 150 ribu
Total 1 GB – 18 GB
Operator
Harga
Unlimited/30 Hari
Keterangan
Indosat Unlimited
Rp 100 ribu
FUP 2 GB/30 Hari
Bila melebihi kuota FUP, kecepatan turun jadi 16 kpbs.
Rp 50 ribu
FUP 500 MB/30 Hari
Smartfren Unlimited
Rp 75 ribu
unlimited tanpa FUP
Tanpa FUP, hanya bisa dipakai untuk bundling Andromax dan tidak bisa untuk tethering.

3.       Belum semua provider menyediakan.
Jaringan ini baru muncul sekitar 2013 lalu di Indonesia. Jaringan pertama yang menyiapkannya adalah Bolt dengan mengeluarkan modem 4G. Setelah itu, menyusul para provider tenar di Indonesia, seperti Telkomsel, XL, Indosat Ooreedoo dan Smartfren. Tapi ada satu yang ketinggalan, yaitu 3. (kebetulan ane pake 3 juga, hehehe..). 3 belum mengeluakan paket internet 4G. Kabarnya dia akan mengeluarkan paket internetnya pada tahun 2016.
4.       Mental belum siap
Kalau ini kembali ke masinng-masing individu. Maksudnya adalah jika pelanggan terbiasa dengan internet lambat, kemudian jaringan 4G LTE datang, maka ia akan tergiur dengan kecepatannya. Nantinya mungkin si pelanggan akan menggunakannya untuk YouTube atau live streaming bola, seperti yang ane sering lakukan. Terlalu sering akan membuat kuota cepat habis dan akhirnya kembali ke poin 3.
5.       Mengakibatkan kecanduan HP
Kalau ini juga sama seperti poin no.4, kembali ke masing-masing individu. Kalau memang awalnya kecanduan HP, pada era 4G ini mungkin akan lebih kecanduan. Dengan koneksi supercepat, si pengguna tak akan lepas dari HP. Yang tadinya bangun tidur pegang HP nanti tidur pun pegang HP. Yang awalnya cuma buat sosmed, sekarang buat nonton streaming.
Pada akhirnya, semua akan kembali ke penghujung kata, semua kembali ke masing-masing individu. Siapa yang memanfaatkannya dengan bijak maka dia mendapatkan keuntungan dari jaringan ini. Akan tetapi, siapa yang tidak memanfaatkannya dengan bijak, maka dia akan merugi. Cara terbaik untuk menggunakan jaringan supercepat adalah memakainya dengan tepat dan hemat agar kerugian-kerugian yang ada dapat diminimalisir.
Sumber:
http://www.gadgetgan.com/berikut-daftar-tarif-4g-lte-dari-semua-operator-seluler-di-indonesia/22356/

0 Comments: