Bagaimana Islam Memahami Toleransi?

12/28/2016 10:01:00 am Ikhalid "Ian" Rizqy Al Raihan 0 Comments

Tulisan ini sebenarnya sudah terlambat dan tidak lagi relevan karena natal sudah berlalu. Namun, saya akan tetap menuliskannya untuk memberikan pemahaman bagaimana Islam bertoleransi. Tujuan saya membuat catatan kecil ini adalah untuk menciptakan rasa saling memahami antara pembaca yang memiliki beragam kepercayaan dan meluruskan makna toleransi yang hakiki dalam Islam. Semoga kita dapat saling mengerti dan saling bertoleransi sehingga kerukunan antar umat beragama di Indonesia timbul kembali.

0 Comments:

Doa dari UNIDA Gontor untuk 2 Desember

12/02/2016 03:00:00 pm Ikhalid "Ian" Rizqy Al Raihan 0 Comments

Aksi bela Islam 2 Desember ini merupakan aksi bersama untuk membela agama Islam yang sedang dinistakan. Aksi massa ini akan mempersatukan ummat yang selama ini mudah diadu domba untuk menghadapi musuh bersama. Aksi massa ini adalah murni untuk membela agama Allah, bukan kepentingan organisasi massa atau partai politik semata.

0 Comments:

Apa Untungnya Menulis di Blog Dibandingkan Menulis di Buku?

11/28/2016 02:35:00 pm Ikhalid "Ian" Rizqy Al Raihan 0 Comments

Tulisan ini sebenarnya merupakan jawaban dari pertanyaan teman saya Mukhofas Al Fikri "Apa sih untungnya menulis di blog dibandingkan menulis di buku?" sebagai admin dari baublogging.com. Setelah melalui berbagai pemikiran panjang tentang keuntungannya, akhirnya saya menemukan jawaban seperti ini. Kendatipun, saya juga ingin menulis buku di kemudian hari. Semoga cita-cita ini dapat tercapai. Amin...

0 Comments:

MANFAAT TEKNOLOGI NUKLIR BAGI KEAMANAN MANUSIA (Laporan kunjungan ke Pusat Sains dan Teknologi Akselerator (PSTA-BATAN), Babarsari, Sleman, DI Yogyakarta)

11/22/2016 11:29:00 am Ikhalid "Ian" Rizqy Al Raihan 0 Comments



Reaktor nuklir Kartini milik PSTA-BATAN di Babarsari, Sleman, DIY

Di balik bahayanya, nuklir juga dapat dimanfaatkan untuk kehidupan manusia. Uranium dapat digunakan sebagai bahan pembangkit listrik masa depan yang lebih murah dan ramah lingkungan. Tidak hanya untuk listrik, nulir dapat pula dimanfaatkan di berbagai sektor, seperti pertanian, peternakan dan kedokteran. Bahkan, nuklir dapat digunakan dalam industri makanan. Makanan yang akan dikirmkan ke daerah lain atau diekspor dapat diawetkan dengan iradiasi. Maka, nuklir pun dapat digunakan untuk tujuan kebaikan selama dapat dimanfaatkan dengan baik.

0 Comments:

Menjalin Hubungan Politis melalui Budaya: Analisa Kasus Diplomasi Budaya Inggris

11/17/2016 06:02:00 pm Ikhalid "Ian" Rizqy Al Raihan 0 Comments


Tulisan ini adalah review dari bab Building Relations Through Culture dari buku Cultural Diplomacy karya Kristen Bound, Rachel Briggs, John Holden dan Samuel Jones. Buku ini membahas tentang perkembangan kebijakan diplomasi budaya Inggris dengan negara-negara lain. Bab ini menjelaskan secara khusus kebijakan diplomasi budaya antara negara-negara Barat (dalam bab ini dijelaskan tentang Inggris, Perancis dan Amerika Serikat) dengan negara-negara kekuatan dunia baru yang tergabung dalam BRIC (Brazil, Rusia, India & China) selama 2000-2006.

0 Comments:

Menghormati Jasa Para Pahlawan (Spesial Hari Pahlawan)

11/10/2016 04:41:00 pm Ikhalid "Ian" Rizqy Al Raihan 0 Comments

Telah kita ingat bersama bahwasanya hari ini, 10 November, hari yang bersejarah. Hari ini merupakan puncak perjuangan bangsa Indonesia khususnya di kota pahlawan Surabaya. Arek-arek Suroboyo yang dipimpin Bung Tomo telah mengusir penjajah belanda dan Inggris yang akan mengekspansi Indonesia kembali karena tidak mau mengakui kemerdekaan kita yang baru berumur 3 bulan. Namun, para pejuang mampu menumpas

0 Comments:

Aksi Bela Islam 4 November yang Menyatukan Ummat

11/03/2016 06:29:00 pm Ikhalid "Ian" Rizqy Al Raihan 0 Comments

Aksi bela Islam di kantor Bareskrim Jumat, 16/10/16
Konflik dapat berdampak negatif karena dapat memperkeruh tatanan sosial. Konflik dapat pula menguras pengeluaran negara dan menyebabkan kerugian material dan non-material. Namun, konflik juga berdampak positif bagi suatu masyarakat atau kelompok. Konflik dapat meningkatkan konsolidasi antar pihak yang berkonflik. Masing-masing pihak akan menganggap lawan yang akan mereka hadapi adalah musuh mereka. kemudian, mereka bersiap-siap menghadapi musuhnya dengan berbagai persiapan. 

0 Comments:

Peran Ulama dalam Pemerintahan

10/27/2016 02:27:00 pm Ikhalid "Ian" Rizqy Al Raihan 0 Comments

Presiden RI Joko Widodo mengunjungi Pondok Modern Darussalam Gontor dalam rangka kesyukuran peringatan 90 tahun Gontor pada hari Senin, 19 September 2016
Peringatan 90 tahun Gontor merupakan momentum yang tepat bagi saya untuk menulis terkait hal ini. Dalam kesyukuran ini, pejabat tinggi negara banyak berdatangan ke pondok tercinta, mulai dari staf ahli kementerian sampai Wakil Ketua MPR RI, bahkan yang terakhir Presiden RI datang untuk meresmikan Gedung Utama Unida Gontor pada Senin  (19/9) lalu. Sampai-sampai terdengar selentingan “sekalian aja bawa satu kabinet.....” meskipun tidak benar-benar satu kabinet yang hadir, ini menunjukkan bahwa ada simbiosis mutualisme antara ulama dan pemerintah. Salah satu pernyataan Presiden RI Joko Widodo yang membuktikan akan hal ini adalah, “terima kasih karena Gontor telah ada di Indonesia.”

0 Comments:

Jagalah Lidahmu!

10/20/2016 01:46:00 pm Ikhalid "Ian" Rizqy Al Raihan 0 Comments


الكلام ينفذ ما لا تنفذه الإبر
Perkataan dapat menembus apa yang tidak dapat ditembus jarum
عثرة القدم أسلم من عثرة اللسان
Tergelincirnya kaki lebih selamat daripada tergelincirnya lidah
Kata-kata adalah alat komunikasi seluruh manusia untuk menyampaikan maksud dan keinginannya. Tanpanya, komunikasi antar manusia tidak akan berjalan lancar karena masing-masing komunikator tidak memahami apa yang dimau sia lawan bicara. Seseorang dapat diketahui baik-buruk akhlaknya dari perkataanya. Perkataan yang baik mengindikasikan bahwa si anu memiliki akhlak mulia. Terlepas dari pencitraan, tetap saja perkataan seseorang yang baik dapat mengindikasikan perilaku baik seseorang.

0 Comments:

HMP-HIU Meregenerasi Pengurus Baru melalui Syura

10/09/2016 10:32:00 pm Ikhalid "Ian" Rizqy Al Raihan 0 Comments


Di tengah-tengah ributnya demokrasi Indonesia saat ini apalagi di kala gembar-gembornya kompetisi menuju DKI-1, ada sebuah masyarakat kecil di negeri antah berantah yang mencoba untuk memanifestasikan apa yang selama ini mereka kaji. Masyarakat ini hanyalah sekumpulan orang-orang yang tengah mencari  ilmu dalam sebuah kampung kecil nan damai. Meskipun hanyalah masyarakat kecil, visi dan mimpi mereka sudah melangkah jauh ke depan untuk mendobrak sistem yang menghegemoni dunia ini.

0 Comments:

Menghayati Makna Tahun Baru Hijriyah

10/03/2016 11:16:00 am Ikhalid "Ian" Rizqy Al Raihan 0 Comments

Tahun baru Hijriyah adalah tahun baru yang berbeda dengan tahun baru lain. Mengapa berbeda? Karena penanggalan hijriyah bukan dimulai dengan kelahiran Rasulullah saw. atau kelahiran siapapun sebagaimana penanggalan masehi yang berpatokan pada kelahiran Nabi Isa a.s. Namun, penanggalan hijriah dimulai dari hijrah Rasulullah saw. dari Mekkah ke Madinah.

0 Comments:

Tantangan Islam di Indonesia

9/11/2016 10:47:00 am Ikhalid "Ian" Rizqy Al Raihan 0 Comments

Indonesia merdeka bukanlah sembarang hadiah apalagi turun dari langit. Kemerdekaan Indonesia merupakan buah perjuangan umat Islam yang bertarung melawan penjajah. Mereka yang mengumandangkan takbir, mengacungkan senjata untuk mengusir penjajah. Di masa kebangkitan nasional, banyak ulama dan intelek muslim telah berjihad untuk membina bangsa melalui pendidikan. Kita mengenal HOS. Tjokroaminoto, KH. Hasyim Asy’ari, KH. Ahmad Dahlan, KH. Imam Zarkasyi dan lain-lain, mereka lah pahlawan ummat dengan pena dan pendidikan. Sebelum Indonesia merdeka, para ulama juga turut andil dalam merumuskan dasar negara dan mendirikan Indonesia sebagai negara merdeka. Setelah Indonesia merdeka, umat Islam mengisi kemerdekaan dengan berbagai jalan, mulai dari politik, pendidikan, dakwah hingga ekonomi.
Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merupakan kristalisasi dari nilai-nilai agama Islam. Nilai ketuhanan? Jangan ditanya! Islam menyatakan bahwa mengesakan Allah (tauhid) merupakan harga mati. Islam juga menganggap manusia setara dan memperlakukan manusia secara adil. Islam juga mengajarkan manusia untuk saling bersatu. Allah berfirman: Dan berpeganglah kepada tali (agama) Allah, dan janganlah berpecah belah (Ali Imran:103). Islam juga menganjurkan musyawarah untuk mengambil keputusan agar semua kepentingan dapat terpenuhi. Terakhir, Allah menyuruh kita untuk berlaku adil terhadap semua manusia.
Sebagai warga negara Indonesia yang taat berislam, kita saat ini menghadapi tantangan besar nan berat. Tantangan ini erat dengan masa depan Islam di Indonesia. Apakah akan bertahan atau malah akan hilang? Apalagi di era reformasi ini nilai-nilai dan ideologi bebas bersliweran. Tantangan tersebut adalah seberapa jauhkah kita mampu mengisi Pancasila dan bagaimanakah kita mengisinya. Apakah Pancasila hanya sekedar disampaikan melalui ucapan yang itupun hanya seminggu sekali dalam upacara bendera? Ataukah ia benar-benar diamalkan dalam kehidupan sehari-hari? Kita mesti berkaca diri dan muhasabah sejauh mana kita mengamalkannya.
Apa yang harus kita lakukan?
Di balik semua keluh-kesah tentang keadaan Indonesia saat ini, masih ada harapan bagaimana masa depan Indonesia. Telah banyak yang mengharumkan nama Indonesia. Musa, di usianya yang masih 3 tahun, telah menjadi juara dalam kompetisi hafidz Al-Quran tingkat internasional. Masih banyak pula pemuda yang belajar agama Islam atau mengembangkan diri mereka melalui kegiatan-kegaiatan positif. Ada juga yang belajar meningkatkan kualitas diri dengan ilmu pengetahuan di sekolah-sekolah dan pondok-pondok pesantren.
Sebagai generasi muda yang akan meneruskan estafet perjuangan umat dan bangsa, kita harus benar-benar mengerti jati diri kita. Agama dan bangsa ini merupakan amanat dan tanggung jawab yang harus kita pikul bersama. Boleh kita belajar jauh-jauh ke luar negeri, boleh kita berinovasi dan mengerahkan potensi kita, asal tetap bertanggung jawab atas segala perbuatan kita. Ajaran Islam yang bersumber dari Al-Quran dan Sunnah kita pertahankan, Pancasila sebagai ideologi bangsa harus kita tegakkan. Dengan mengamalkan semua ajaran ini, pemuda Indonesia akan mempunyai harapan untuk mengantarkan Indonesia lebih baik.


0 Comments:

Mengembalikan Identitas Bangsa Indonesia dengan Islam

8/17/2016 01:12:00 pm Ikhalid "Ian" Rizqy Al Raihan 0 Comments


Masyarakat Indonesia dikenal dengan karakter mereka yang mulia. Keramahan, gotong royong, dan ketekunan rakyat Indonesia-lah yang membuat semua mata dunia tertuju kepada negara kepulauan ini. Sumber daya alam yang melimpah ditambah dengan panorama menakjubkan mendukung daya tarik Indonesia. Banyak pelancong dari seluruh dunia penasaran akan keindahannya. Mereka pun berbondong-bondong ke Indonesia untuk menyaksikan langsung alam dan masyarakatnya. Maka tak salah jika Indonesia dilabeli tanah surga, di mana tongkat kayu dan batu pun jadi tanaman.

0 Comments:

Masa Orientasi di Unida Tak Cukup Hanya Sekali!!

8/04/2016 04:12:00 pm Ikhalid "Ian" Rizqy Al Raihan 0 Comments

Masih hangat dalam bayangan saya bagaimana sibuknya mempanitiai Ospek Unida Gontor bulan Juli lalu. Betapa sibuknya teman-teman panitia mengurusi berbagai hal, mulai dari memburu dosen pemateri, menindak camaba yang bermasalah, hingga berpusing ria dengan hal remeh-temeh macam yel-yel dan kode panggil untuk peserta dan panitia.

0 Comments:

Ayo Berbelanja di Warung Tetangga

4/21/2016 06:33:00 pm Ikhalid "Ian" Rizqy Al Raihan 0 Comments

Berbicara tentang warung ataupun UKM, saya mempunya kisah menarik tentang berbelanja di warung tetangga. Ketika saya masih duduk di bangku sekolah dasar di Bogor, saya selalu berbelanja di warung samping Rumah Sakit TNI AU. Saya dulu memang tinggal di komplek militer maka keluarga memenuhi kebutuhan rumah di pasar atau toko-toko di sekitar komplek. Hampir setiap sore saya membeli jajan di warung tersebut. Terkadang, ketika ibu saya kehabisan bahan makanan dan bumbu dapur di malam hari, beliau selalu menyuruh saya berbelanja di warung tersebut. Kebetulan saya kenal dekat dengan dua orang ibu pemilik toko itu. Tidak hanya memiliki toko, mereka juga mempunya warung telepon (wartel) yang masih populer saat SD dahulu (tahun 2000an). Suatu ketika saya pulang sekolah dan mendapati rumah kosong. Saya kemudian berlari ke wartel untuk menelpon ibu memintanya pulang. Beberapa menit kemudian, ibu datang menjemput dan pulang setelah membayar telepon saya tadi.

0 Comments:

Mari Menjaga Budaya Indonesia dengan Membeli Produk Dalam Negeri (Memperingati Hari Konsumen Nasional 2016)

4/14/2016 08:26:00 pm Ikhalid "Ian" Rizqy Al Raihan 0 Comments


Produk merupakan salah satu identitas negara. Ia menunjukkan kekayaan warisan negara, keragaman budaya dan keunggulan negara di kancah internasional. Tak terbayang bangganya apabila sebuah negara memproduksi handphone kemudian mengekspornya ke negara-negara lain dan laku di pasaran karena kualitasnya tidak diragukan. Orang yang membelinya akan bertanya kepada pedagang, “Bang, ini produk mana? Koq bagus banget?” Si pedagang menjawab, “Oh, ini produk negara A, pak/bu.” “Negaranya pasti maju. Produknya bagus, sih.” Komentar si pembeli.

0 Comments:

Mau Pilih Cuek atau Peduli? Peduli Aja....

4/07/2016 06:17:00 pm Ikhalid "Ian" Rizqy Al Raihan 0 Comments

Setiap orang memiliki sikap berbeda dalam menanggapi lingkungannya. Ada yang peduli dan ada pula yang cuek. Mereka yang peduli akan melakukan segala cara dalam menyikapi suatu masalah agar lekas selesai. Sedangkan si cuek masa bodoh. Dia tidak pernah menghiraukan apapun yang ada di sekelilingnya. Apabila dikabari tentang suatu hal, paling banter dia akan menanggapi, “Oh, gitu,ya?” tanpa ada respon lain atau melakukan sesuatu. Responnya mungkin hanya kepada sesuatu yang sesuai dengan kepentingannya. Hal-hal lain di luar kepentingannya ia abaikan.

0 Comments:

Cerita di Balik Diplomasi (Review FIlm "The Interpreter")

3/31/2016 06:50:00 pm Ikhalid "Ian" Rizqy Al Raihan 0 Comments


Tahun              : 2005
Sutradara        : Sydney Pallock
Pemeran         : Nicole Kidman, Sean Penn, Catherine Keener, Jesper Christensen, Earl Cameron, Curtiss Cook, George Harris





Film “The Interpreter” menceritakan seorang penerjemah bernama Sylvia Broome (Nicole Kidman) yang bekerja untuk PBB. Dia berasal dari keluarga yang menjadi korban genosida rezim Dr. Zuwanie, presiden Matobo yang berkuasa selama 23 tahun. Interpreter merupakan pekerjaan yang berat , karena ia tidak hanya harus menerjemahkan kata per kata, tetapi juga harus menerjemahkan secara cepat dan menyampaikan ke bahasa tujuan. Terlebih lagi, seorang interpreter harus memahami konteks bahasa asal agar lebih dipahami komunikator. Untungnya, Broome berasal dari negara tersebut dan memahamai bahasa Ku, bahasa kebangsaan Matobo. Jadi dia mampu berdiplomasi antara Matobo dengan PBB dengan lebih mudah.

0 Comments:

Indahnya Masa Kecil Tanpa Gadget

3/24/2016 06:52:00 pm Ikhalid "Ian" Rizqy Al Raihan 0 Comments


Masa kecil merupakan masa yang sangat membahagiakan. Bermain, bercanda dan tertawa adalah hal lazim kita lakukan saat kecil dulu. Main bola hujan-hujanan, masak-masakan, petak umpet dan semua permainan lain setiap hari pasti kita lakukan, paling tidak setiap sore setelah pulang sekolah. Hal yang paling memberatkan kita dulu mungkin hanya PR dari sekolah. Di sekolah pun kita masih tetap bermain dan tertawa lepas entah di jam istirahat atau bercanda di jam sekolah. Saya masih ingat betul beberaa pengalaman tak terlupakan di masa SD. Salah satunya ketika jam istirahat di kala sebagian anak laki-laki termasuk saya bermain bola di jam istirahat. Dengan berseragam sekolah, kami asyik menendang, mengoper dan menggiring bola di lapangan belakang sekolah hingga bel tanda masuk kelas sudah berbunyi. Kami tetap saja bermain bola hingga seorang guru mendatangi lapangan. Kami pun berlari menuju kelas. Setelah pelajaran berakhir, kami dipanggil ke kantor kepala sekolah dan kepala sekolah memarahi kami lantaran bermain bola terlalu asyik sampai lupa waktu. Sering pula saya bermain petak umpet sebelum jam pelajaran dimulai atau di waktu istirahat. Hal itulah yang selalu saya kenang di masa anak-anak.

0 Comments:

Sebuah Pelajaran dari Peristiwa 19 Maret 1967 (Persemar)

3/19/2016 03:04:00 pm Ikhalid "Ian" Rizqy Al Raihan 0 Comments


Tulisan ini saya buat untuk mengingatkan kembali baik semua yang masih belajar atau yang menyelesaikan pendidikannya di Pondok Modern Darussalam Gontor. Tujuan saya menulis kali ini adalah untuk mengingatkan kembali tentang sebuah peristiwa yang seharusnya haram dilakukan oleh seorang santri terhadap kiainya. Semoga dengan tulisan ini santri atau semua penuntut ilmu tidak lagi melakukan hal tersebut baik kepada guru atau pimpinannya.

0 Comments:

Dampak Teknologi Informasi dalam Perilaku Anak dan Remaja: Masalah dan Solusinya

3/17/2016 07:18:00 pm Ikhalid "Ian" Rizqy Al Raihan 0 Comments


Teknologi informasi saat ini semakin berkembang dan semakin mewabah dalam kehidupan manusia. Akses informasi semakin mudah didapat oleh semua kalangan baik anak-anak maupun orang dewasa. Kabar yang terjadi di luar sana dapat tersiar dengan cepat ke seluruh dunia. Dahulu, kita membeli radio untuk mendengarkan berita-berita yang terjadi saat itu. Seiring berkembangnya zaman, kita cukup memiliki sebuah handphone untuk mengakses semua informasi. Mereka mampu menonton televisi, mendengarkan radio dan membaca berita di dalam telpon genggam. Kita juga mampu mengirim pesan dengan cepat kepada siapapun lewat HP kita.

0 Comments:

Perlunya Bersyukur: Cerita di Balik Sepiring Nasi

3/10/2016 08:15:00 pm Ikhalid "Ian" Rizqy Al Raihan 0 Comments

Ilustrasi sepiring nasi (sumber en.wikipedia.com)
Suatu hari saat makan malam, saya berbincang santai dengan Adi Mustofa, teman saya (model foto terakhir saya di Instagram) tentang lauk pauk di makan malam itu. Lauk yang kami santap waktu itu adalah telur rebus dengan bumbu sambal yang pedasnya membakar sekaligus membuat ketagihan. Di sela-sela pembicaraan, dia memuji nasi yang saat itu kami makan. Baginya, nasinya pulen dan enak.

0 Comments:

PRAKTIK MUSYAWARAH PADA MASA KHULAFA’ AR-RASYIDIN[1]

3/09/2016 09:08:00 pm Ikhalid "Ian" Rizqy Al Raihan 0 Comments

Abstrak:
Khulafa’ ar-Rasyidin adalah sahabat Rasulullah saw. yang memegang kepemimpinan umat Islam setelah Rasulullah saw. wafat. Setiap khalifah memiliki karakter kepemimpinan masing-masing dan menjadi ciri kepemimpinannya. Akan tetapi, mereka selalu bermusyawarah dalam membahas urusan
pemerintahan baik bersama sahabat lainnya atau umat Islam pada umumnya. Musyawarah yang mereka laksanakan bertujuan untuk mencapai kesepakatan sehingga tidak ada lagi perselisihan mengenai suatu perkara. Tidak hanya dalam membahas sebuah masalah, suksesi khalifah dilakukan pula melalui musyawarah. Musyawarah dalam Islam merupakan suatu kewajiban negara. Musyawarah juga adalah hak rakyat untuk memilih pemimpin dan menentukan arah kebijakan seorang pemimpin. Segala hal yang berkaitan dengan kepentingan umat adalah urusan duniawi. Dengan konsep syura, makalah ini akan membahas praktik syura selama era khulafa’ ar-rasyidin.
Kata kunci: Syura, Khulafa’ Ar-Rasyidin, negara, Islam.

0 Comments:

Masyarakat Ekonomi ASEAN: Peluang dan Tantangan bagi Indonesia

2/26/2016 10:45:00 pm Ikhalid "Ian" Rizqy Al Raihan 0 Comments



 
ASEAN yang menjadi organisasi regional Asia Tenggara benar-benar mulai berkomitmen untuk menjadi kekuatan baru politik internasional. Setelah meluncurkan anthem barunya, Asean Ways, kini Asean menjajaki sebuah komunitas baru yang menjadikannya sebagai organisasi yang diperhitungkan di kancah internasional, Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Proyek besar ini sudah dicanangkan sejak KTT Asean di Bali tahun 2003. Pada KTT tersebut, para pemimpin negara-negara ASEAN sepakat untuk membentuk masyarakat-masyarakat ASEAN, seperti Masyarakat Politik-Keamanan ASEAN, Masyarakat Ekonomi ASEAN dan Masyarakat Sosio-Kultural ASEAN yang tertuang dalam Bali Concord II.

0 Comments: