Pramuka sebagai Bentuk Pendidikan Kepribadian a la Gontor

1/30/2016 01:51:00 pm

Barisan para peserta Lomba Perkemahan Penggalang dan Penegak (LP3) 2014.


Gontor mengutamakan pendidikan kepribadian dalam mendidik santri-santrinya. Pendidikan karakter ini bertujuan untuk mencetak kader-kader pemimpin ummat. Dalam mendidik mental, Gontor tidak hanya memberikan teori, namun juga mendidik dengan praktik. Penugasan-penugasan yang diadakan merupakan pelatihan karakter santri-santrinya. Seorang santri yang ditugaskan untuk menjadi piket malam, misalnya, dituntut untuk tidak tidur semalaman demi menjaga keamanan pondok. Santri tersebut dilatih untuk bertanggungjawab  kepada pondok dalam keamanannya di malam hari. Ketika terjadi kehilangan di area yang ia jaga, pasti santri yang berjaga di tempat tersebut akan dimintai pertanggungjawaban dan dikenakan sanksi apabila ia terbukti lalai dalam mengerjakan tugasnya. Dari satu contoh ini, dapat disimpulkan bahwa Gontor melatih santrinya untuk menumbulkan mental-mental pemimpin dari diri mereka.
Salah satu contoh yang ingin pendidikan kepribadian yang ingin saya angkat dalam pembahasan kali ini adalah kepramukan. Kegiatan pramuka di Gontor berlangsung setiap hari Kamis dari setelah shalat Zhuhur sampai adzan Ashar berkumandang. Di dalam latihan pramuka, para santri dilatih skill-skill kepramukaan, seperti latihan morse, semaphore, tali temali dan sandi-sandi. Dalam latihan pramuka, santri dibagi ke dalam 10 gugus depan (gudep) dan di setiap gudep dibagi kembali ke beberapa regu yang masing-masing regu terdapat ± 10 orang santri. Setiap gugus depan dipimpin oleh seorang pembina gugus depan (bindep) dan menaungi pembina-pembina satuan. Seluruh gugus depan dikoordasikan oleh Koordinator Gerakan Pramuka dalam segala hal yang berkaitan dengan kegiatan kepramukaan, seperti latihan, perlengkapan latihan dan kegiatan-kegiatan lain di luar latihan.
Setiap gugus depan memiliki pasukan khusus (pasus). Para pasukan khusus dilatih langsung oleh bindep di setiap gugus depannya. Mereka mendapat porsi latihan lebih banyak dari anggota pramuka lainnya, kurang lebih 4 kali seminggu. Mereka juga akan berbaur dengan pramuka lain di latihan rutin hari Kamis. Di sana, mereka akan berlatih bersama dan membantu pembina satuan. Mereka juga akan berkompetisi dengan pasus dari gudep lain. Perlombaan kepramukaan biasanya rutin tiga tahun sekali, yakni Lomba Tingkat (LT), Scout Olympiade untuk ranah antar gudep di Gontor dan Lomba Perkemahan Penggalang dan Penegak (LP3); perlombaan perkemahan antar gudep dan pondok Gontor cabang serta pondok alumni se-Indonesia. Selain itu, pasus melakukan kegiatan lain di dalam gudep mereka semisal lomba antara dua gudep, hiking, shalat sunnah bersama, dan belajar menjelang ujian.
Lomba pionering, salah satu kompetisi bagi Pasukan Khusus (Pasus).
Di tingkat gugus depan sendiri ada kompetisi untuk para anggota non-pasus. Ada Perkemahan Kamis-Jumat (Perkajum) dan perlombaan-perlombaan antar asrama atau antar gudep bagi para anggota. Perkajum biasanya diadakan 3-4 kali per semester. Pesertanya bisa dari para pasus atau para anggota secara bergilir. Perlombaan-perlombaan bagi anggota biasanya bertepatan dengan Scout Olympiade bagi pasus. Kegiatan kepramukaan lain di luar gugus depan ialah Satuan Karya (Saka) Bhayangkara, SAR Dirgantara, Dewan Kerja Koordinator (DKK), Pasukan Garuda (Pasga) dll. Gontor juga mengirim utusannya untuk berlomba di lomba perkemahan di tingkat nasional dan internasional. Terakhir, Gontor mengirim utusan untuk Minangkabau Internasional Scout Camp (MISC) di Sumatera Barat pada tanggal 23-28 Desember 2015.
Dalam latihan kepramukaan, para santri berlatih macam-macam skill kepramukaan yang tidak mereka dapatkan di kelas. Di balik itu, para santri dilatih untuk mengasah mental-skill. Mereka dilatih untuk berdisiplin, disiplin waktu dan pakaian. Setiap latihan, mereka harus berseragam pramuka lengkap dengan atributnya dan harus datang tepat waktu. Mereka juga dilatih untuk bisa mengembangkan potensi diri melalui latihan-latihan. Kebersamaan mereka dalam regu juga dilatih; bagaimana agar latihan terasa menyenangkan dan berkesan. Jiwa kompetisi mereka juga dilatih dalam setiap perlombaan. Perlombaan yang merupakan ujian menuntut mereka untuk mengeluarkan kemampuan puncaknya. Rasa sportifitas mereka pun dilatih, dilatih untuk berlapang dada menerima hasil keputusan para juri.
Tak hanya para anggota, pembina satuan, bindep dan Koordinator juga dilatih. Mereka dilatih agar mampu mengorganisasikan kegiatan agar kepramukaan membawa hasil bagi para anggota. Mereka juga dilatih agar mampu melatih para anggota dengan baik. Yang terpenting adalah kepemimpinan mereka juga dilatih. Pembina satuan dilatih untuk memimpin dan membina para regu dan Koordinator serta bindep dilatih untuk memimpin dan membina para pramuka. Dari seluruh kegiatan ini, santri Gontor dalam sekali latihan kepramukaan telah berlatih untuk mengembangkan mental dan akhlak mereka. Bayangkan dalam sebulan berlatih pramuka mereka berlatih minimal 4 kali dalam sebulan, 4 kali pula mental dan kepribadian mereka dilatih.

You Might Also Like

0 Comments

Like us on Facebook

Hubungi Kami

Name

Email *

Message *