Cerita di Balik Diplomasi (Review FIlm "The Interpreter")

3/31/2016 06:50:00 pm Ikhalid "Ian" Rizqy Al Raihan 0 Comments


Tahun              : 2005
Sutradara        : Sydney Pallock
Pemeran         : Nicole Kidman, Sean Penn, Catherine Keener, Jesper Christensen, Earl Cameron, Curtiss Cook, George Harris





Film “The Interpreter” menceritakan seorang penerjemah bernama Sylvia Broome (Nicole Kidman) yang bekerja untuk PBB. Dia berasal dari keluarga yang menjadi korban genosida rezim Dr. Zuwanie, presiden Matobo yang berkuasa selama 23 tahun. Interpreter merupakan pekerjaan yang berat , karena ia tidak hanya harus menerjemahkan kata per kata, tetapi juga harus menerjemahkan secara cepat dan menyampaikan ke bahasa tujuan. Terlebih lagi, seorang interpreter harus memahami konteks bahasa asal agar lebih dipahami komunikator. Untungnya, Broome berasal dari negara tersebut dan memahamai bahasa Ku, bahasa kebangsaan Matobo. Jadi dia mampu berdiplomasi antara Matobo dengan PBB dengan lebih mudah.

0 Comments:

Indahnya Masa Kecil Tanpa Gadget

3/24/2016 06:52:00 pm Ikhalid "Ian" Rizqy Al Raihan 0 Comments


Masa kecil merupakan masa yang sangat membahagiakan. Bermain, bercanda dan tertawa adalah hal lazim kita lakukan saat kecil dulu. Main bola hujan-hujanan, masak-masakan, petak umpet dan semua permainan lain setiap hari pasti kita lakukan, paling tidak setiap sore setelah pulang sekolah. Hal yang paling memberatkan kita dulu mungkin hanya PR dari sekolah. Di sekolah pun kita masih tetap bermain dan tertawa lepas entah di jam istirahat atau bercanda di jam sekolah. Saya masih ingat betul beberaa pengalaman tak terlupakan di masa SD. Salah satunya ketika jam istirahat di kala sebagian anak laki-laki termasuk saya bermain bola di jam istirahat. Dengan berseragam sekolah, kami asyik menendang, mengoper dan menggiring bola di lapangan belakang sekolah hingga bel tanda masuk kelas sudah berbunyi. Kami tetap saja bermain bola hingga seorang guru mendatangi lapangan. Kami pun berlari menuju kelas. Setelah pelajaran berakhir, kami dipanggil ke kantor kepala sekolah dan kepala sekolah memarahi kami lantaran bermain bola terlalu asyik sampai lupa waktu. Sering pula saya bermain petak umpet sebelum jam pelajaran dimulai atau di waktu istirahat. Hal itulah yang selalu saya kenang di masa anak-anak.

0 Comments:

Sebuah Pelajaran dari Peristiwa 19 Maret 1967 (Persemar)

3/19/2016 03:04:00 pm Ikhalid "Ian" Rizqy Al Raihan 0 Comments


Tulisan ini saya buat untuk mengingatkan kembali baik semua yang masih belajar atau yang menyelesaikan pendidikannya di Pondok Modern Darussalam Gontor. Tujuan saya menulis kali ini adalah untuk mengingatkan kembali tentang sebuah peristiwa yang seharusnya haram dilakukan oleh seorang santri terhadap kiainya. Semoga dengan tulisan ini santri atau semua penuntut ilmu tidak lagi melakukan hal tersebut baik kepada guru atau pimpinannya.

0 Comments:

Dampak Teknologi Informasi dalam Perilaku Anak dan Remaja: Masalah dan Solusinya

3/17/2016 07:18:00 pm Ikhalid "Ian" Rizqy Al Raihan 0 Comments


Teknologi informasi saat ini semakin berkembang dan semakin mewabah dalam kehidupan manusia. Akses informasi semakin mudah didapat oleh semua kalangan baik anak-anak maupun orang dewasa. Kabar yang terjadi di luar sana dapat tersiar dengan cepat ke seluruh dunia. Dahulu, kita membeli radio untuk mendengarkan berita-berita yang terjadi saat itu. Seiring berkembangnya zaman, kita cukup memiliki sebuah handphone untuk mengakses semua informasi. Mereka mampu menonton televisi, mendengarkan radio dan membaca berita di dalam telpon genggam. Kita juga mampu mengirim pesan dengan cepat kepada siapapun lewat HP kita.

0 Comments:

Perlunya Bersyukur: Cerita di Balik Sepiring Nasi

3/10/2016 08:15:00 pm Ikhalid "Ian" Rizqy Al Raihan 0 Comments

Ilustrasi sepiring nasi (sumber en.wikipedia.com)
Suatu hari saat makan malam, saya berbincang santai dengan Adi Mustofa, teman saya (model foto terakhir saya di Instagram) tentang lauk pauk di makan malam itu. Lauk yang kami santap waktu itu adalah telur rebus dengan bumbu sambal yang pedasnya membakar sekaligus membuat ketagihan. Di sela-sela pembicaraan, dia memuji nasi yang saat itu kami makan. Baginya, nasinya pulen dan enak.

0 Comments:

PRAKTIK MUSYAWARAH PADA MASA KHULAFA’ AR-RASYIDIN[1]

3/09/2016 09:08:00 pm Ikhalid "Ian" Rizqy Al Raihan 0 Comments

Abstrak:
Khulafa’ ar-Rasyidin adalah sahabat Rasulullah saw. yang memegang kepemimpinan umat Islam setelah Rasulullah saw. wafat. Setiap khalifah memiliki karakter kepemimpinan masing-masing dan menjadi ciri kepemimpinannya. Akan tetapi, mereka selalu bermusyawarah dalam membahas urusan
pemerintahan baik bersama sahabat lainnya atau umat Islam pada umumnya. Musyawarah yang mereka laksanakan bertujuan untuk mencapai kesepakatan sehingga tidak ada lagi perselisihan mengenai suatu perkara. Tidak hanya dalam membahas sebuah masalah, suksesi khalifah dilakukan pula melalui musyawarah. Musyawarah dalam Islam merupakan suatu kewajiban negara. Musyawarah juga adalah hak rakyat untuk memilih pemimpin dan menentukan arah kebijakan seorang pemimpin. Segala hal yang berkaitan dengan kepentingan umat adalah urusan duniawi. Dengan konsep syura, makalah ini akan membahas praktik syura selama era khulafa’ ar-rasyidin.
Kata kunci: Syura, Khulafa’ Ar-Rasyidin, negara, Islam.

0 Comments: