MANFAAT TEKNOLOGI NUKLIR BAGI KEAMANAN MANUSIA (Laporan kunjungan ke Pusat Sains dan Teknologi Akselerator (PSTA-BATAN), Babarsari, Sleman, DI Yogyakarta)

11/22/2016 11:29:00 am



Reaktor nuklir Kartini milik PSTA-BATAN di Babarsari, Sleman, DIY

Di balik bahayanya, nuklir juga dapat dimanfaatkan untuk kehidupan manusia. Uranium dapat digunakan sebagai bahan pembangkit listrik masa depan yang lebih murah dan ramah lingkungan. Tidak hanya untuk listrik, nulir dapat pula dimanfaatkan di berbagai sektor, seperti pertanian, peternakan dan kedokteran. Bahkan, nuklir dapat digunakan dalam industri makanan. Makanan yang akan dikirmkan ke daerah lain atau diekspor dapat diawetkan dengan iradiasi. Maka, nuklir pun dapat digunakan untuk tujuan kebaikan selama dapat dimanfaatkan dengan baik.
Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) merupakan otoritas tertinggi negara dalam pengembangan nuklir di Indonesia. BATAN bertugas meneliti, mengembangkan dan memanfaatkan tenaga nuklir untuk kepentingan negara dan masyarakat. BATAN bermarkas di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. BATAN memiliki tiga reaktor nuklir yang merupakan pusat penelitian dan pengembangan (litbang) nuklir di Indonesia. Tiga reaktor nuklir tersebut berada di Serpong, Bandung, dan Yogyakarta. Program-program BATAN adalah penelitian, pelatihan dan pengembangan bahan-bahan nuklir.

Dalam kunjungan ke kantor BATAN di Yogyakarta, penulis dapat memahami bagaimana BATAN bekerja sebagai lembaga milik negara. Terdapat dua poin pembahasan dalam tulisan ini. pertama, mekanisme dan program kerja BATAN, kedua, peran BATAN sebagai lembaga negara, ketiga, nuklir untuk kehidupan manusia.

Mekanisme dan Program Kerja BATAN

BATAN memiliki Pusat Sains dan Teknologi Akselerator (PSTA-BATAN) di Babarsari, Yogyakarta. Fasilitas PSTA-BATAN berupa reaktor nuklir “Kartini” dan perpustakaan. Reaktor Kartini adalah reaktor jenis TRIGA (Training Research Isotop production/iradiation General Atomic), bertipe kolam dengan daya operasi 100 kW. Reaktor Kartini berfungsi untuk sarana penelitian, pendidikan, pelatihan, dan irradiasi. Pembangunan reaktor Kartini dimulai pada tahun 1974. Reaktor Kartini diresmikan oleh Presiden RI Soeharto pada tanggal 1 Maret 1979. Selain reaktor Kartini, PSTA-BATAN memiliki fasilitas penunjang lainnya berupa laboratorium, balai elektromekanik, dan perpustakaan.

PSTA-BATAN memiliki standar operasional yang terjaga ketat. PSTA-BATAN sendiri mengikuti standar pengamanan nuklir dari International Atomic Energy Agency (IAEA). Beberapa poin aturan yang diberlakukan oleh PSTA-BATAN adalah standar keamanan manusia dan lingkungan, standar safeguard yang meregulasi pemanfaatan nuklir. Setiap setengah gram uranium yang digunakan harus ditimbang dan diperhitungkan. Reaktor Kartini yang bertipe kolam dengan pelindung berupa kolam dengan kedalaman air 6 meter yang berfungsi menahan radiasi nuklir. Selain itu, PSTA-BATAN juga mempunyai alat-alat proteksi radiasi. Proteksi ketat ini diharapkan mampu menjaga lingkungan sekitar dari radiasi nuklir. Ledakan yang terjadi tidak terpapar hingga keluar areal reaktor.

PSTA-BATAN mengembangkan konsep nuklir damai. Hal ini ditandai dengan posisi PSTA-BATAN di daerah pemukiman penduduk dan pendidikan tinggi. PSTA-BATAN berdekatan dengan tiga perguruan tinggi, yakni Universitas Pembangunan Nasional Veteran (UPN-V) Yogyakarta, Universitas Atma Jaya, dan Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir milik BATAN. Perumahan dinas PSTA-BATAN juga bersebelahan dengan kantor. Konsep nuklir damai betujuan untuk menyadarkan kepada masyarakat bahwa nuklir dapat dikembangkan untuk pembangunan manusia bukan hanya untuk senjata.

Sebagaimana tujuan PSTA-BATAN untuk penelitian dan pendidikan, BATAN meneliti dan mengambangkan teknologi nuklir untuk berbagai macam keperluan. Salah satunya, BATAN akan meneliti batuan apakah ia mengandung emas atau bahan atom lainnya. Salah satu hasil penelitian BATAN yang dapat dimanfaatkan adalah logam tanah jarang. Logam tanah jarang merupakan bahan logam yang didapat dari pasir sisa pertambangan timah. Logam tanah jarang dapat diolah sebagai bahan suku cadang kendaraan bermotor dan alat elektronik. Logam tanah jarang  kurang diminati oleh industri dalam negeri namun laris di pasaran internasional. Negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand melirik logam tanah jarang sebagai bahan utama industri mereka. BATAN pun dapat menjual logam tanah jarang seharga 1-3 juta rupiah per kiogram. Selain logam tanah jarang, BATAN juga mengembangkan zirkonium dari residu tambang emas di Kalimantan. Batuan zirkonium dapat diolah menjadi bahan bakar kendaraan bermotor.



Peran BATAN Sebagai Lembaga Negara

BATAN merupakan lembaga milik negara yang bertugas mengembangkan teknologi nuklir di Indonesia. Untuk mengembangkan nuklir, BATAN menggunakan regulasi IAEA  dan NPT  sebagai standar acuan. BATAN juga menandatangani kesepakatan dengan Amerika Serikat sebagai penyedia bahan-bahan mentah seperti uranium. Di dalam kesepakatan tersebut BATAN harus mengembalikan sisa uranium tak terpakai ke Amerika untuk diolah. Selain itu, BATAN juga harus mengembangkan nuklir untuk kepentingan ilmu pengetahuan. BATAN dilarang mengembangkan nuklir untuk kepentingan militer karena melanggar NPT. 

BATAN juga mengalami kendala dalam litbang nuklir. Sebagai lembaga litbang, BATAN sering menghadapi kendala biaya operasional. Padahal, biaya untuk pengkajian nuklir di Indonesia cukup besar namun berpotensi menguntungkan negara. Salah satunya adalah masalah PLTN di Jepara. Karena belum ada izin pendirian dari Presiden ditambah
Penjelasan tentang reaktor Kartini sebelum memasuki reaktor
biayanya yang mahal, proyek ini mangkrak sampai sekarang. Padahal, satu butir uranium dapat memenuhi kebutuhan listrik paling tidak untuk pulau Jawa dalam jangka panjang. Selain itu, bahan bakar ini ramah lingkungan jika dibandingkan dengan batubara yang menghasilkan radioaktif berbahaya dari asapnya. 

Meskipun menghadapi kendala, BATAN tetap menjalankan programnya sebagai lembaga negara. BATAN berkontribusi dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. BATAN telah melakukan pengembangan genetika kepada beras hingga menghasilkan dua puluh satu varietas padi. BATAN juga mengandalkan teknologi  nuklir untuk pengairan di pegunungan kapur di Gunung Kidul. Dalam bidang industri pangan, BATAN ikut andil dalam pengawetan makanan dengan iradiasi. Bidang lain yang telah dibantu oleh BATAN adalah kedokteran, industri, dan peternakan.

Perfotoan bersama mahasiswa dan dosen HI UNIDA setelah kunjungan ke reaktor Kartini
Nuklir sebagai Solusi terhadap Keamanan Manusia

Pengembangan teknologi nuklir bermanfaat bagi keamanan manusia jika dikembangkan secara optimal. Dunia yang sudah tidak lagi ramah lingkungan karena penggunaan bahan bakar secara berlebihan memerlukan energi alternatif yang lebih ramah dan aman. Tenaga nuklir dapat dimanfaatkan sebagai energi listrik alternatif. Nuklir dapat dikembangkan untuk pengawetan makanan pengganti bahan kimia yang merusak tubuh manusia.

 Berbagai kelebihan ditawarkan oleh tenaga alternatif ini. Pertama, tenaga nuklir lebih murah. Meskipun harus mengeluarkan biaya yang mahal untuk membangun proyek nuklir, biaya operasional lebih murah dibandingkan dengan penggunaan bahan kimia. Kedua, energi nuklir lebih ramah lingkungan. Bahan bakar nuklir akan mengeluarkan gas buang lebih sedikit dibandingkan energi fosil. Sisa energi nuklir dapat dibuang lebih aman jika melewati standar yang berlaku. Ketiga, aman bagi kesehatan manusia. Karena ramah lingkungan, energi nuklir lebih aman dikonsumsi manusia. Sebagai contoh, pembakaran dari batubara akan menghasilkan asap dan radioaktif dan berbahaya bagi manusia. Hal demikian tidak berlaku bagi energi nuklir. Energi nuklir akan melepaskan polusi yang lebih sedikit. Radiasi nuklir akibat kebocoran dapat diatasi selama mengikuti aturan yang ada. Dengan demikian, energi nuklir akan menjadi solusi bagi keamanan manusia.

You Might Also Like

0 Comments

Like us on Facebook

Hubungi Kami

Name

Email *

Message *