Alhamdulillah, Khutbatul 'Arsy Perdana di UNIDA Gontor Dilaksanakan

8/31/2017 06:53:00 pm Ikhalid "Ian" Rizqy Al Raihan 0 Comments


Untuk pertama kalinya, Pekan Perkenalan Khutbatul 'Arsy di UNIDA Gontor dilaksanakan. Pekan perkenalan dimulai dengan Apel Tahunan yang berlangsung pada 15 Agustus 2017 di Depan Gedung Utama UNIDA Gontor. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan Kuliah Umum tentang Kepondokmodernan Gontor. Kuliah umum diisi oleh KH. Hasan Abdullah Sahal, pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A., rektor UNIDA Gontor, Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A, Dr. KH. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A, dan Dr. H. Dihyatun Masqon, M.A.

Bagi yang belum tahu apa itu Khutbatul 'Arsy, saya jelaskan secara singkat di sini. Khutbatul 'Arsy adalah masa perkenalan yang diadakan oleh Pondok Modern Gontor. Khutbatul 'Arsy secara harfiah berasal dari bahasa Arab, Khutbah dan 'Arsy, khutbah artinya pidato dan arsy artinya singgasana. Maksudnya, khutbatul arsy merupakan pidato yang disampaikan oleh raja di atas singgasana kepada para rakyatnya. Sang Raja menyampaikan norma-norma dan aturan hidup dalam kerajaan tersebut kepada rakyatnya setiap tahun. Jika dianalogikan, Khutbatul 'Arsy merupakan pidato yang disampaikan pimpinan pondok kepada santri-santrinya mengenai nilai dan filsafat hidup pondok setiap tahun. Tidak hanya pidato, Khutbatul 'Arsy juga merupakan sebuah kontrak, pengikatan kesepakatan dengan siswa baru dan perpanjangan kesepakatan dengan siswa lama untuk taat kepada norma dan sunnah pondok. Semakin zaman berkembang, agenda Khutbatul 'Arsy semakin bertambah, seperti lomba perkemahan antar pondok pesantren, Porseni, Panggung Gembira dsb. Pondok-pondok cabang akhirnya juga harus melaksanakannya kemudian diikuti oleh pondok pesantren alumni Gontor. Kemudian, UNIDA Gontor pun melaksanakannya.

Masa persiapann Khutbatul 'Arsy ada sekitar sebulan terhitung dari pertengahan Juli lalu. Persiapan termasuk latihan LKBB, gladi apel tahunan dan sebagainya. Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) pun sudah memiliki konsep matang, tinggal melatihnya.

Waktu itu kami berharap agar mahasiswa mampu memaksimalkan potensi mereka dalam acara itu yang ditunjukkan dalam kepanitiaan, penampilan, dan Latihan Keterampilan Baris-berbaris (LKBB). UKM-UKM yang ada mampu menampilkan apa yang mereka latih selama ini. Mahasiswa dari berbagai daerah mampu mempertontonkan sajian menarik bagi para hadirin, panitia mampu all-out dalam menyiapkan acara yang melibatkan semua elemen kampus. Mahasiswa lainnya mampu menunjukkan diri serta menunjukkan sense of belonging akan program studinya dengan LKBB antar prodi yang dilombakan dan diberikan hadiah bagi pemenang.

Penampilan-penampilan yang sudah kami persiapkan waktu itu antara lain: Pencak Silat, Taekwondo, Panahan, dan tari Malulo dari Sulawesi Tenggara. Penampilan-penampilan tadi ditampilkan oleh mahasiswa anggota UKM Persatuan SIlat Mahasiswa Darussalam (Persimada) dan UNIDA Taekwondo CLub (UTC) yang baru berdiri tahun lalu. Mereka mahasiswa harus menampilkan aksi-aksi memukau di lapangan, bahkan Taekwondo yang baru berdiri sekalipun. Adapun penampilan tari Malulo adalah kesenian khas Sulawesi Tenggara yang ditampilkan oleh mahasiswa asal Indonesia Timur. Mereka sudah terbiasa menampilkan Tari Malulo di acara-acara penting UNIDA Gontor. Khutbatul 'Arsy inilah tantangan baru mereka karena mereka harus tampil di arena lebih luas dari panggung dan tamu yang luar biasa.

Namun, memasuki akhir Juli, tepatnya setelah Gladi Kotor II, hawa Khutbatul 'Arsy mulai hilang. Panitia mulai vakum dari persiapan. Mahasiswa tidak ada lagi yang mau mengikuti latihan baris berbaris. Apalagi Paskibra, mereka tidak mau latihan kalau teman-teman mahasiswa tidak berlatih. Hanya penampilan-penampilan yang berlatih intensif. Persimada berlatih siang dan malam di depan Gedung Utama Lama, sebelah timur lapangan bola. Taekwondo biasa berlatih di lobby Gedung Utama Baru. Yang lainnya? Nihil. Teman saya, Meichio Lesmana, yang menjadi ketua panitia, sampai curhat ke Ust. Hifni Nasif, ketua pelaksana KA. "Ustad, gimana, nih? prodi-prodi masih ada kuliah siang. Gimana kita mau latihan?" curhatnya kepada Ust. Hifni. Memang, beberapa program studi masih mengadakan kuliah di siang hari yang merupakan jadwal latihan LKBB. Padahal, Khutbatul 'Arsy merupakan agenda besar kampus yang seharusnya menjadi prioritas dari agenda lain. Panitia pun pernah membubarkan perfotoan Kartu Tanda Anggota (KTA) perpustakaan di siang hari karena mengganggu jadwal latihan LKBB.

Lima hari menjelang Apel Tahunan, saya mengikuti juga rapat koordinasi bersama rektor UNIDA Gontor dan jajaran fungsionaris. Beberapa hal yang disepakati adalah:
  1.  Undangan kepada dosen harus segera disebarkan.
  2. Dosen luar biasa harus segera diberitahukan
  3. Rentetan acara apel tahunan dan kuliah umum harus fix
  4. Mahasiswa tidak boleh terlambat mengikuti acara ini.
  5. Publikasi harus gencar (banner, umbul-umbul dll)
Ada satu lagi hal penting waktu itu. Bapak rektor request penampilan lagi, Campursari, Topeng Ireng dan Sajojo. Lagi-lagi panitia harus putar otak menyiapkan semuanya.

Setelah rapat tersebut, semua pihak menggenjot persiapan. Peserta latihan semakin intensif berlatih dan mereka menggelar gladi setiap malam. Panitia juga semakin mempersiapkan dengan ngebut. Ada yang mencetak buku pintar, mengantarkan undangan, menyiapkan lapangan upacara, memasang baleho, dan menyiapkan konsumsi latihan serta pekerja lapangan. Kami pun sampai begadang untuk menyiapkan semuanya. Semua kami lakukan demi kesuksesan acara.

Waktu apel tahunan pun tiba. Saya yang waktu itu kurang tidur harus menyiapkan acara. Tidak banyak yang saya lakukan di hari H, hanya membagikan buku pintar kepada tamu undangan. Untungnya, bagian konsumsi turut membantu. Pekerjaan saya pun agak ringan.




Tepat pukul 06.55, Apel tahunan dimulai. Pimpinan Pondok beserta jajaran Rektor dan wakilnya menempati kursi VVIP. Tamu undangan sudah berada di tempatnya. Tatkala komandan upacara menyiapkan, "Siap, grak!" para hadirin pun khidmat mengikuti dan barisan mahasiswa mengikuti upacara dengan khidmat pula.

Semua rangkaian Apel Tahunan pun berjalan dengan lancar. Meskipun terjadi insiden bendera, dengan sigap Paskibra memperbaikinya. Penampilan tampil prima. Marching Band Gema Nada Darussalam (MBGND) yang sengaja didatangkan dari Gontor pun tampil luar biasa hari itu. Reog Ponorogo pun turut tampil mantap. Pencak Silat beraksi dengan berani. Penampilan lainnya pun tampil sempurna, bahkan Campursari dan Topeng Ireng sekalipun yang baru berlatih sekitar empat hari. Mereka menujukkan bahwa UNIDA Gontor ini penuh warna. Mereka datang dari penjuru negeri untuk menuntut belajar ilmu-ilmu Islam. Keragaman inilah yang menciptakan kebhinekaan yang hakiki, di mana semua etnis berkumpul dan bersatu dalam satu bingkai, bingkai agama Islam dan kepesantrenan.
 LKBB mahasiswa berjalan lancar. Para mahasiswa berbaris rapi, tegas, mantap, dan militan. Mereka berjalan layaknya parade barisan dalam upacara Hari Jadi TNI. Rasanya, saya sendiri tidak mampu membandingkan keduanya karena keduanya sama-sama hebat. Mereka menunjukkan keseriusan mahasiswa UNIDA Gontor dalam menyambut acara ini. Keseriusan inilah yang semoga mampu mengiringi keseriusan mahasiswa dalam acara-acara kampus setahun berikutnya.

Kuliah Umum berlanjut setelah Apel Tahunan, KH. Hasan Abdullah Sahal mengisi Kuliah Umum Babak I. Beliau menyampaikan tentang nilai-nilai pondok yang harus tetap dijaga oleh selurh komponen UNIDA Gontor. Pemahamannya pun harus lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.
Rektor UNIDA Gontor, Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A pun ikut menyampaikan pidatonya. Beliau sampai terharu menyaksikan Apel Tahunan kali ini yang sangat luar biasa meskipun persiapannya mendadak. Beliau berpesan untuk selalu menjaga prinsip dalam segala sesuatu dengan tetap menjaga formalitas.  “Akademis oke non akademis juga oke, buktinya terlihat penampilan hari ini prima” ujar beliau dalam sambutannya.

Semoga agenda ini menjadi tolok ukur keseriusan mahasiswa UNIDA Gontor dalam menjalankan kesehariannya. Khutbatul 'Arsy semoga  dapat menyegarkan kembali pemahaman kita tentang nilai-nilai Islam dan kepesantrenan yang harus kita jaga. Sebagai mahasiswa santri, selayaknya kita menjadikan pesantren tidak hanya ladang menuntut ilmu, namun juga lapangan jihad dan norma kehidupan kini dan nanti. Amin.


Memahami Kemerdekaan

8/17/2017 04:29:00 pm Ikhalid "Ian" Rizqy Al Raihan 0 Comments

Hari ini, 17 Agustus 1945, Indonesia merayakan kemerdekaannya. Setelah lama merasakan pahit getirnya penjajahan, akhirnya Indonesia menikmati kemerdekaannya. Proklamasi kemerdekaan yang dibacakan oleh Presiden Sukarno menjadi tonggak awal Indonesia menyatakan diri sebagai negara berdaulat. Undang-undang Dasar 1945 yang diterbitkan kemudian hari semakin memperkuat identitas Indonesia sebagai negara berdaulat. Di pembukaan UUD 1945 baris pertama, tertulis, "Bahwa kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa. Dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan." Kemudian dilanjutkan dengan paragraf kedua yang berbunyi, "Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adildan makmur." 

Sebelum kita lebih jauh berbicara tentang bagaimana Indonesia merdeka, ada baiknya kita memahami apa itu kemerdekaan. Kemerdekaan atau menurut bahas populernya adalah kebebasan. Apa sih yang dimaksud dengan merdeka? Siapakah orang-orang merdeka? Bagaimana kemerdekaan itu ada?
Merdeka adalah bebas, bebas dari gangguan, bebas dari jajahan, dan bebas untuk melakukan sesuatu atau meninggalkannya. 

Pada hakikatnya, merdeka adalah bebas dari berbagai halangan dan gangguan. Gangguan ini dapat digolongkan ke dalam dua hal: Gangguan internal dan gangguan eksternal. Gangguan internal datang dari diri sendiri, sedangkan gangguan eksternal datang dari pihak lain.

Gangguan internal adalah gangguan atau halangan yang timbul dari diri kita sendiri. Sebagai manusia, kita pasti mempunyai perasaan dan keinginan. Di antara rasa tersebut adalah rasa takut dan rasa ingin memiliki. Meskipun padanannya kurang tepat secara bahasa (seharusnya lawan kata takut adalah berani, dan ingin adalah enggan), tapi keadaan inilah yang ada dari naluri manusia. Ingin kaya, taku miskin. Ingin sukses takut gagal dan lain sebagainya. Dua perasaan ini tentunya manusiawi yang kita tidak bisa lepas dari keduanya. Namun, jika kita selalu menuruti kedua hal ini, kita tidak akan bebas melakukan apapun. Mengapa begitu? Karena kita akan merasa tidak nyaman saat kita akan berbuat, lagi-lagi karena ingin sesuatu atau takut sesuatu. Ingin bekerja, takut capek. Ingin hujan-hujanan, takut sakit.

Gangguan eksternal adalah gangguan yang datang dari pihak luar. Gangguan bisa datang dari lingkungan rumah dan masyarakat. Mereka lah yang menganggu kebebasan kita untuk melakukan sesuatu. Bisa jadi karena tuntutan adat atau takut menganggu lingkungan. Tentunya, kebebasan kita akan sedikit dibatasi oleh lingkungan. Sesungguhnya, kebebasan manusia terbatasi oleh kebebasan orang lain.
[DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA 72] Salam Inspirator! Perjuangan bangsa kita saat ini bukan lagi dengan peperangan, bukan lagi dengan mengangkat senjata. Tapi perjuangan kita saat ini adalah dengan berprestasi. Berprestasi di bidang pendidikan, ataupun di bidang-bidang lainya. Sehingga dengan prestasi ini kita bisa membawa harum nama Indonesia. Masa depan sebuah bangsa ada pada pundak para pemudanya! Bahwa kita adalah bagian dari pemuda generasi millenial. Bangsa ini adalah tanggung jawab kita, amanat kita. Perjuangan kita akan lebih sulit, karena kita berjuang melawan bangsa sendiri. . "Perjalananku lebih mudah, karna melawan Penjajah. Perjuanganmu lebih sulit karna melawan BANGSAMU sendiri." - Ir. Soekarno - Mari jadikanlah HUT RI yang ke-72 ini momentum untuk kebangkitan Indonesia. Kebangkitan bidang pendidikan, ekonomi, politik, sosial, dan lain-lain. Terlebih untuk kebangkitan moral, pola pikir, sikap, prilaku, tata budaya, dan hal-hal lainya yang menuju kepada kepribadian individu masyarakat Indonesia. . Demi pribadi, agama, dan bangsa yang lebih maju. . 🇮🇩🇮🇩 DIRGAHAYU KE-72 INDONESIAKU . Menginspirasi untuk Kerja Bersama Dari UNIDA GONTOR untuk INDONESIA #UNIDAforIndonesia #UNIDAforRI INDPIRADA DEMA UNIDA 2017 Let's Inspire The World!
A post shared by Student Council - DEMA UNIDA (@sc_unidagontor) on
Lalu, bagaimana kemerdekaan yang hakiki?

Kemerdekaan berarti bebas dari segala macam ancaman. Merdeka berarti bebas untuk melakukan apapun tanpa rasa takut. Kita bebas karena tidak ada hal apapun yang mengintervensi kita. Kebebasan diri ini muncul saat kita merasa tidak ada penjajah atau pengganggu yang menghalangi kita. Segala halangan terhadap kebebasan adalah penjajahan. Penjajahan adalah pelanggaran terhadap kemanusiaan maka ia harus musnah.

Sumber dari segala kebebasan adalah tauhid, mengesakan Allah swt. Dengan percaya kepada Allah, kita akan merasa tenang tidak lagi merasa takut sesuatu. Keimanan kita kepada Allah memberikan kebebasan dari segala penghambaan selain Allah. Segala sesuatu bentuk penghambaan kepada selain Allah adalah perbudakan yang tidak menjadikan kita manusia yang bebas seutuhnya. Ketauhidan kita akan memerdekakan kita dari penghambaan selain Allah karena ia termasuk juga penjajahan.
Penghambaan kepada Allah memberikan kita kemerdekaan, kebebasan untuk berpikir dan melakukan segala sesuatu tanpa rasa takut. Kemerdekaan untuk berposisi sebagai apa yang kita inginkan.
Islam adalah agama yang memberikan kebebasan kepada segala ummatnya untuk berkarya di dalam bingkai tauhid dan syariah. Selama Islam memperluas wilayah, tidak ada kata penjajahan. Yang ada hanyalah istilah pembebasan (futuhat). Pembebasan dari penyembahan kepada makhluk kepada penyembahan Sang Khalik. Pembebasan dari perbudakan menuju kemerdekaan.

Semoga kita dapat memahami hakikat kemerdekaan. Dengan memahami kemerdekaan yang sesungguhnya, kita dapat melangsungkan hidup sebagai muslim yang bebas dan menjalankan kegiatan dengan bebas dan bertanggungjawab.

(Tulisan sederhana ini disadur dari ceramah Dr. Kholid Muslih, M.A. dengan tema yang sama pada hari Rabu, 16 Agustus 2017 ba'da maghrib di Masjid Jami' UNIDA Gontor dengan perubahan dan penambahan dari penulis. Semoga tetap menjaga substansi dari apa yang beliau sampaikan)

Sumber gambar: rakyatjakarta.com

Menikmati Bebek Goreng Khas Madura di Warung Bebek Sinjay

8/16/2017 12:56:00 pm Ikhalid "Ian" Rizqy Al Raihan 0 Comments

Warung Bebek Sinjay adalah salah satu rumah makan di kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Warung ini terletak di Jalan Ketengan No. 45 desa Tunjung  kecamatan Burneh, sekitar 19 km dari jembatan Suramadu. Warung ini buka dari pagi sampai sore. Saya tidak bisa memastikan jam buka-tutupnya karena warung Bebek Sinjay tutup saat menu habis. Warung Bebek Sinjay terlihat seperti warung-warung biasa di pinggir jalan dengan ukuran yang lebih besar. Namun, satu hal yang membedakannya dengan warung lainnya adalah masakannya yang sangat memanjakan lidah. Sampai-sampai, orang-orang dari berbagai daerah rela mengantre lama untuk mendapatkan sepiring nasi bebek. Antrean nasi bebek pun sudah seperti antre
an tiket kereta di musim mudik. Di waktu liburan, pengunjung bisa semakin membeludak dan antrean akan semakin panjang. Warung ini pun sudah membuka kurang lebih 6 cabang di Jawa Timur.
Warung Bebek Sinjay memiliki empat loket dengan fungsinya masing-masing

Perjalanan dari Jembatan Suramadu menuju rumah makan ini memakan waktu 20-30 menit. Sepanjang perjalanan, terhampar sawah, lahan kosong dan kadang-kadang terlihat tambak-tambak garam yang menjadikannya brand pulau Madura. Sesekali toko-toko menjajakan cinderamata khas Madura, mulai dari kaos hingga kain batik. Jalan di sini masih belum banyak tikungan dan persimpangan, paling hanya satu-dua kami temukan perempatan.
Setelah lama menikmati jalan yang lurus seperti jalan tol Cipali, akhirnya kami menemukan bundaran dan perempatan.  Setelah bundaran, jalanan pun mulai macet. Jalan ke warung sangat sempit dan hanya cukup untuk dua mobil. Terbesit dalam benakku, "Ini orang-orang yang mau ke Bebek Sinjay, ya??!!"  Bahkan polisi turun tangan untuk mengurai kemacetan. Benar ternyata, kemacetan itu hanya sampai di warung Bebek Sinjay. Setelah sampai di tujuan, kulihat jalanan sudah mulai lancar. Memang benar, setelah tiba di tujuan, kemacetan langsung terurai. Seperti sebelumnya, polisi mengatur langsung lalu-lintas bahkan di depan warung. Lahan parkir pun meluas hingga kanan kiri jalanan.

Sudahlah, sekarang kita berlanjut ke rumah makan. Rumah makan ini berbentuk semi aula yang kira-kira berkapasitas 250-300 orang. Pintu masuknya berupa pagar kayu. Hawa panas khas Madura mulai tambah menyengat begitu memasuki ruangan ini. Untungnya rasa panas ini terobati dengan kipas angin tornado di kanan kiri. Warung ini setengah terbuka dengan satu sisi menghadap ke jalan raya dan sisi lain menghadap ke sawah. Makan siang akan terasa lebih adem di sisi belakang warung dengan pemandangan sawah terhampar. Warung ini juga memiliki mushola, toilet dan wastafel. Sayang sekali, toilet yang ada hanya berjumlah empat buah dan masih jauh dari layak. Mushola yang ada pun terbuat dari kayu dan bertembok tripleks. Ada dua wastafel di sana. Masing-masing terdapat dua sisi dan setiap sisi ada empat buah keran air. Fasilitas utama adalah empat loket dengan pelayanan berbeda. Satu loket untuk kasir, loket lainnya untuk mengambil makan, minum (makan minum di tempat), dan mengambil makanan yang dibungkus (bawa pulang).
Ruang makan yang menghadap ke jalan raya

Wastafel tempat cuci tangan di Warung Bebek Sinjay. Meski hanya empat, tapi bersih dan terawat
Ruang makan yang menghadap ke arah sawah. Maaf hasil jepretannya silau
Bagaimana memesan makanannya? Tinggal pesan, lah! Eits, tunggu dulu! Memesan makanan di sini tidak seperti di restoran atau rumah makan lainnya. Tidak ada pelayan yang akan berkeliling mengantarkan makan ke meja-meja. Yang ada pelanggan memesan makanannya dan membawanya sendiri. Aku kasih tahu alurnya biar kalian yang mau makan di sana tidak kewalahan lagi:
Silakan ambil pesanan anda di sini!
  1. Pertama, datanglah ke kasir dan pesanlah apa yang mau dibeli. Katakan juga apakah kalian ingin makan di tempat atau bungkus.
  2. Kedua, bayarlah pesanan di kasir. Kalau tidak bayar, kalian akan disangka maling. Pembayaran di sini masih dengan uang tunai, belum ada kartu kredit, kartu debit, atau e-money. Warung ini juga tidak ada diskon dengan kode-kode tertentu kayak Go-Jek atau Grab. Dengan pelanggan yang semakin membeludak, semoga perlahan-lahan mampu meningkatkan pelayannya.
  3. selanjutnya, kita akan mendapatkan nomor antrean. Tunggulah antrean sampai nomor kita dipanggil melalui pengeras suara.
  4. Setelah nomor kita dipanggil, ambillah pesanan di kasir masing-masing. Seperti yang aku jelaskan, setiap item ada loket masing-masing. Ambillah di loketnya! Kalau mau ambil nasi, ambillah di tempat loket makanan! Kalau mau mengambil minuman, ambillah di loket minuman dsb. Aku sarankan untuk makan di sini berombongan atau minimal sekeluarga agar tidak kerepotan saat mengambil pesanan.
  5. terakhir, Selamat makan!
Di sini, kalian tidak bisa memesan bagian tertentu dari bebek. Tidak ada pembeli yang bisa minta pahanya, atau dadanya dsb. Semua tergantung yang masak. Jadi, kita mesti pasrah mendapat bagian apapun. Tapi insya Allah kita dapat dagingnya. Kalau jeroan saja, sepertinya tidak juga karena jeroan masuk ke dalam menu tersendiri.
Apa sih menunya?
Namanya juga warung Bebek Sinjay, pasti yang dijajakan adalah bebek.Bebek goreng di sini spesial karena diolah menjadi bebek goreng kremes yang spesial. Bebek goreng khas Madura adalah menu andalan (dan satu-satunya) di warung Bebek Sinjay. Rasanya yang spesial dan dagingnya yang empuk menjadikannya jagoan di antara warung lain. Bumbunya pun meresap sampai ke tulang. Sayang sekali, minyak goreng sepertinya sangat berlebihan digunakan dalam masakan ini. Saya saja sampai tiga kali cuci tangan dengan sabun untuk menghilangkan bekas minyak dan bau yang menempel di tangan Jangankan dagingnya, jeroannya juga enak dan tidak terasa getir di lidah seperti saat kita makan jeroan di warung-warung biasa. Minumannya? Baru ada lima macam minuman yang ada di warung ini. Es teh, Teh Botol Sosro, es jeruk, dan es degan adalah menu minuman di warung Bebek Sinjay. Minuman lain? Belum ada. Yah, kita tunggu saja. Tapi, jangan kecewa dulu. Salah satu minumannya, es degan, bisa kita bilang beda dari yang lain. Es degan di sini masih asli dari degan atau kelapa mudanya, lho. Penyajiannya pun masih original dengan kelapanya. Bisa dijamin asli dan segarnya es degan di sini.
Inilah menu andalan Warung Bebek Sinjay. Selamat makan!
Sedikit menambahkan, warung Bebek Sinjay juga menyediakan oleh-oleh khas Madura. Kebanyakan yang dijual adalah camilan yang bisa dibawa pulang untuk bekal atau dibagikan kepada keluarga tercinta. Letaknya berada persis di samping pintu keluar warung.
Terakhir, saya akan bagikan tips agar bisa mendapatkan nasi bebek dengan cepat saat warung ini sedang ramai. Belilah nasi bebek bungkus. Nasi bungkus biasanya lebih sedikit dipesan daripada nasi bebek untuk yang makan di tempat. Selain itu, usahakan makan ke sini berombongan. Kalau datang sendiri, anda akan kewalahan untuk berpindah-pindah loket dan mengambil sendiri pesanan. Kalau datang berombongan, salah satu ada yang mengantre di kasir dan ada yang mengambil nasi dan minum di loket-loket. Jadi lebih cepat dan efisien.

Semoga tulisan ringkas ini dapat bermanfaat bagi semua yang membacanya. Bagi manajemen warung Bebek Sinjay, semoga dapat meningkatkan pelayanan dan menambah fasilitas seiring banyaknya pengunjung. Bagi pengunjung, semoga ini menjadi uraian singkat untuk jujukan liburan di pulau Madura. Tempat wisata di Madura bisa bertambah dan potensi wisata semakin melonjak dengan kehadiran warung Bebek Sinjay. Makanya Warung Bebek Sinjay bisa-bisa jadi super ahay...