Ngumpul Bareng, Buat Apa?

10/17/2017 04:38:00 pm



Manusia adalah makhluk sosial. Manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Untuk mencapai kebutahannya, manusia selalu bergantung satu sama lain. Untuk makan, kita pasti memerlukan bahan-bahan. Kita berbelanja bahan masakan dari seorang tukang sayur. Kalau tidak bisa memasak, ibu kita yang memasakkan untuk kita. Yang penting, segala kebutuhan kita tidak bisa lepas dari campur tangan orang lain. Jangankan untuk hidup, mati saja diantarkan orang lain sampai ke liang lahat!

Dalam berkehidupan, manusia selalu menciptakan berinteraksi antar sesama. Interaksi ini dapat berupa obrloan ,kontak fisik dan sebagainya hingga terbentuk sebuah komunikasi. Komunikasi akan berjalan efektif jika ada pesan yang diterima antara penerima dan pembari pesan. Pesan-pesan tersebut tentunya adalah pesan yang bermanfaat seperti membujuk, menghibur, mengajarkan dan lain-lain. Dari sebuah komunikasi, timbullah persamaan persepsi antara dua orang insan. Dua orang yang memiliki ketertarikan yang sama akan menciptakan suatu kumpulan atau komunitas. Mereka tentu akan membuat berbagai kesepakatan tentang norma yang mengatur hubungan mereka. Setelah ada kesepakatan, Kemudian mereka memperkenalkan identitas dan ketertertarikan mereka dengan harapan agar orang lain mau bergabung dengan mereka.
United Army, komunitas pecinta klub Manchester United di Indonesia ( Sumber: FB United Army)

Setelah anggota komunitas bertambah, mereka membuat perjanjian untuk berkomitmen dalam menghidupkan komunitas tersebut. Setelah mengadakan perjanjian, barulah kelompok itu mengadakan berbagai agenda untuk menguatkan kekompakan komunitas dan menjaga eksistensi mereka. Tak heran kita banyak menjumpai ribuan komunitas bertebaran dengan acara-acara menarik. Ada fans bola misal United Army, Chelsea Indonesia Supporters Club (CISC), sampai fans klub lokal semisal Aremania yang semuanya selalu punya ritual nonton bareng (nobar) hampir setiap pekan. Ada lagi komunitas pecinta hewan seperti Komunitas Pecinta Kucing Jakarta (KPKJ), Komunitas Pecinta Anjing, sampai Komunitas Reptil Bandung, salah satu klub pecinta reptil di Indonesia (pecinta semut ada, gak?). Selain itu, ada juga klub-klub hobi seperti Warung Blogger, id-foldingbike dan lain-lain.

Hobi pun bisa membentuk sebuah komunitas

Selain komunitas, ada juga organisasi-organisasi yang biasanya lebih formal, seperti OSIS, OPPM, DEMA, HMJ dan sebagainya (sebenarnya komunitas juga organisasi karena mereka pasti juga punya struktur dan agenda rutin. Tapi, dalam tulisan ini, saya akan membedakannya karena organisasi terkesan lebih formal dibandingkan komunitas).

Dari seluruh kegiatan yang ada, semua komunitas pasti punya satu agenda rutin. Apa itu? Yap, kumpul bareng. Apapun namanya, Family Gathering, Meeting, atau nama lain, agenda ini pasti selalu ada di setiap perkumpulan. Dalam pertemuan, komunitas akan selalu membahas program yang akan mereka laksanakan, kendala-kendala, dan atribut komunitas. Kemudian, mereka akan menyepakati berbagai keputusan yang nantinya harus dilaksanakan. 
Pastinya banyak pembahasan di saat kumpul

Kadang-kadang, mereka menyelipkan curhatan, uneg-uneg pribadi masing-masing dalam setiap pembicaraan dengan harapan timbul solusi setelah kumpul. Selain itu, ada juga yang memberikan humor dan banyolan sehingga suasana semakin cair di tengah keseriusan kumpul. Pertemuan, selain memperkuat kinerja komunitas, juga mengaduk emosi anggotanya. Begitulah adanya yang terjadi selama pertemuan, pertemuan selalu bisa mengikat anggotanya dengan segala yang ada di dalamnya.

Saat ini, kecanggihan teknologi merambah ke seluruh lini kehidupan. Teknologi canggih akan mempermudah hampir seluruh pekerjaan. Dengan adanya komputer, kita akan menulis lebih mudah. Dengan telepon, kita akan saling berhubung dengan teman lebih cepat dan mudah. Ditambah lagi dengan kehadiran smartphone yang mengkombinasikan antara fitur komputer dan fungsi telepon memanjakan kita dengan fasilitasnya. Tak hanya menelpon teman, dengan smartphone, kita bisa mengadakan rapat daring lewat aplikasi videoconference. Atau, jika melibatkan banyak orang, bisa juga dengan memanfaatkan grup WhatsApp untuk membuat semacam rapat online. Pokoknya, semua tugas kita akan semakin mudah dengan smartphone termasuk untuk keperluan kelompok atau komunitas.

Ada kelebihan dari komunikasi kelompok via smartphone. Pesan akan disampaikan lebih cepat dibandingkan kalau harus mengadakan pertemuan dahulu. Untuk mengadakan sebuah pertemuan, kita harus menentukan waktu, tempat dll. Tapi, hanya dengan berkirim pesan, kita yang di rumah pun tahu apa yang dibahas di grup. Kelebihan lain adalah, semua yang tergabung dalam grup komunitas akan tahu kabar, entah dia aktif berorganisasi atau tidak. 

Namun, kemudahan teknologi tersebut memiliki beberapa kekurangan. Kedekatan emosional kurang terasa saat kita hanya mengandalkan grup Whatsapp. Kita hanya tahu apa yang sedang dibahas orang melalui pesan yang tertulis di sana tanpa tahu maksud dari si pengirim pesan. Kita seering menjumpai orang yang bertengkar gara-gara percakapan di grup online. Si pengirim mungkin ingin bercanda, tapi ternyata banyak yang menanggapinya serius.

Sebenarnya tidak masalah antara rapat online dan rapat biasa. Keduanya punya plus-minus. Bagi yang mau mengejar efisiensi, bisa mengadakan rapat online. Kalau ingin lebih solid dan kompak, disarankan mengadakan rapat atau meeting lebih disarankan. Memang lebih baik kita mengadakan meeting. Mengapa?
Pertemuan menjadikan organisasi lebih kompak
Pertama, Rapat akan membuat hubungan antar kelompok lebih intim. Eits, tunggu dulu! Jangan artikan hubungan intim dengan yang enggak-enggak! Hubungan intim berarti juga akrab, dekat, dan rapat (cek saja di KBBI!). Dengan kumpul, hubungan antar anggota akan semakin erat karena mereka saling bertatap muka dan salng berinteraksi secara langsung.
Karena sering ngumpul, kita saling kenal
Kedua, Masing-masing anggota akan mengenal karakter temannya satu sama lain. Saat berkumpul, kita akan mengenal setiap anggota komunitas atau organisasi kita. Mulai dari nama, alamat rumah, wajah, ciri fisik, sampai karakternya. Hal ini mungkin akan susah dicapai dengan obrolan di grup.
"Gimana, setuju?.... Setuju" 

Ketiga, Ada persamaan persepsi. Karena mereka saling bertemu, mereka akan membahas apa saja di forum itu juga. Meskipun ada perbedaan pendapat, perbedaan tersebut akan diungkapkan di dalam forum. Setelah forum, mereka akan sepakat dan berkomitmen untuk menjalankan program-program yang mereka rancang.
Gak cuma ngumpul, kami juga melakukan banyak hal yang bikin happy

Terakhir, Tidak hanya rapat, komunitas akan mengadakan hal-hal lainnya. Biasanya, komunitas atau organisasi akan mengadakan kegiatan lain di luar meeting yang mempererat kekompakan mereka. Acara yang paling lumrah adalah fun games. Kalau pengalamanku sih, biasanya kami mengadakan meeting di cafe. Setelah meeting, kami melanjutkannya dengan futsalan atau nonton. Bisa juga kebalikannya, futsalan dulu, baru kumpul.
Bahkan sampai groufie
Begitulah yang bisa saya bahas tentang kumpul-berkumpul. Bagaimanapun bentuk komunitas atau organisasinya, yang penting tujuannya adalah mewadahi minat orang-orang. Kapan pun dan bagaimanapun model pertemuannya, tidak ada masalah selama bertujuan untuk mempererat komunitas tersebut. Semoga kita mampu memperkuat komunitas kita masing-masing. Terakhir, makan gak makan, yang penting kumpul.

You Might Also Like

0 Comments

Like us on Facebook

Hubungi Kami

Name

Email *

Message *