Gedung Arca Museum Nasional Jakarta, Tempatnya Jejak Sejarah Indonesia

7/13/2018 11:04:00 am Ikhalid "Ian" Rizqy Al Raihan 1 Comments


Gedung Arca Museum Nasional Jakarta, Tempatnya Jejak Sejarah Indonesia - Museum Nasional atau Museum Gajah merupakan museum yang menyimpan berbagai koleksi sejarah Indonesia. Museum Gajah terletak di Jl. Medan Merdeka Barat No. 12 Jakarta Pusat. Ia bersebelahan dengan kantor Kementerian Pertahanan RI. Museum Gajah berada di kompleks Medan Merdeka, maka ia masih berada dalam kawasan sekitaran Monumen Nasional (Monas).

Langkah mula pendirian Museum Nasional adalah berdirinya perkumpulan ilmiah Belanda yang bernama Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (BG) pada 24 April 1778. Kemudian salah seorang pendirinya, JCM Radermacher, menyumbangkan rumahnya di kawasan Kali Besar (kira-kira di sekitar Tambora, Jakbar) untuk tempat penelitian. Sir Thomas Stamford Raffles yang pernah menguasai Jawa kemudian memindahkan koleksi tersebut ke sebuah bangunan di Jl. Majapahit no. 3 (sekarang kompleks Sekretariat Negara) karena bangunan di Kali Besar sudah tidak mampu menampung koleksi-koleksi. Pada tahun 1862, pemerintah Hindia Belanda kembali memindahkan museum ke lokasi saat ini. 

Museum Nasional disebut pula dengan Museum Gajah karena di halaman museum terdapat patung gajah pemberian raja Siam (Thailand) Chulalongkorn (Rama V). Rama V menyerahkannya pada tahun 1871 ketika ia mengunjungi Museum Nasional. Raja Siam terkesan dengan koleksi-koleksi museum hingga berinisiatif untuk memberikan hadiah sebagai bentuk persahabatan antar kedua negara. Maka patung gajah-lah yang menjadi hadiah sekaligus bukti persahabatan antara Siam dan Hindia Belanda (Indonesia).
Patung Gajah pemberian Rama V dari Sian (Thailand)

Akses menuju Museum Nasional sangat terjangkau dan strategis.  Museum Nasional berseberangan tepat dengan halte bus Transjakarta Monas. Museum Nasional juga dilewati oleh bus wisata Jakarta. Jika hendak bepergian dengan Transjakarta, naiklah bis koridor 1 lalu turun di halte Monas. Jika menggunakan KRL Commuter Line, anda harus turun di stasiun Juanda. Sebenarnya, stasiun terdekat adalah stasiun Gambir, tapi KRL hanya melintas stasiun Gambir. Anda bisa turun di stasiun Gambir bagi yang menggunakan kereta api jarak menengah atau jauh. Setelah itu bisa disambung dengan transportasi online.
Patung "Ku Yakin Sampai di Sana" karya Nyoman Nuarta

Memasuki kawasan Museum Nasional, kita disambut taman kecil dengan patung gajah yang ikonik. Tidak hanya patung gajah, di sebelahnya terdapat patung berbentuk seperti pusaran air. Patung tersebut dinamai "Ku Yakin Sampai di Sana" karya Nyoman Nuarta. Patung tersebut terbuat dari perunggu. Makna patung tersebut adalah keyakinan dan tekad kuat ditambah dengan usaha keras akan melahirkan kesuksesan dan tercapainya segala harapan. Patung ini pula yang menginspirasi logo Museum Nasional. 
Gedung Arca (Gedung B) Museum Nasional Jakarta

Museum Nasional terdiri atas dua bangunan. Satu bangunan utama atau gedung A untuk ruang pameran dan satu gedung B yang juga disebut dengan ruang arca. Ruang B disebut dengan ruang arca karena gedung B menyimpan berbagai arca sejak zaman purbakala. 

Pintu masuk Museum Nasional berada di gedung B. Para pengunjung dikenakan tiket masuk seharga Rp 5.000,00 untuk orang dewasa dan Rp 2.000,00 untuk anak-anak. Tiket masuk akan lebih murah jika berombongan; Rp 3.000,00 untuk dewasa dan Rp 1.000,00 untuk anak-anak. Bagi turis asing dikenakan tiket Rp 10.000,00 per orang. Selain membayar tiket masuk, kita juga harus menulis identitas diri di buku tamu dan melewatkan pemeriksaan barang bawaan. Tas dan barang bawaan lain akan diperiksa isinya. Setelah menjalankan semua prosedur, kita diperbolehkan masuk ke dalam museum. Kita juga diberikan buku panduan singkat mengenai museum, mulai dari denah hingga keterangan singkat mengenai beberapa koleksi.
Gedung B atau gedung arca Museum Nasional terdiri dari 4 (empat) lantai. Setiap lantai menyimpan koleksi-koleksi yang disesuaikan dengan tema. Selain menyesuaikan tema, koleksi-koleksi diurutkan dengan urutan zaman, mulai dari zaman prasejarah di lantai satu sampai ke zaman kerajaan-kerajaan Nusantara di tingkat berikutnya.

Lantai satu Gedung Arca Museum Nasional bertemakan Manusia dan Lingkungan. Ruangan ini menyimpan koleksi artefak-artefak manusia purba dan berbagai informasi terkait masa prasejarah. Beberapa fosil tengkorak dipamerkan di ruangan ini. Ada juga diorama kehidupan manusia purba.  Salah satu yang menarik perhatianku adalah replika gua dengan fosil manusia di pojok ruangan. Fosil tersebut diduga merupakan fosil perempuan dengan usia berkisar 16-50 tahun. 



Lantai dua Gedung B (Gedung Arca ) Museum Nasional bertemakan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek). Ruangan Iptek menyajikan berbagai informasi tentang penggunaan teknologi bagi kehidupan manusia. Dalam ruangan ini, dijelaskan bahwa manusia selalu mengembangkan ilmu dan teknologinya seperti dalam bahasa, astronomi, transportasi, arsitektur, makanan dan pengobatan, komunikasi, dan ekonomi. Sebagai contoh, ruangan ini menceritakan tentang perkembangan bahasa dan aksara dari bahasa dari bahasa kuno. Dalam bidang transportasi, museum menceritakan bagaimana manusia mengembangkan transportasi mulai dari perahu dan mobil lawas. Di bagian ini dipamerkan juga perahu dari semacam kayu kelapa berukuran  sangat panjang yang kira-kira digunakan oleh masyarakat pedalaman. Di sini juga ada bendera kapal yang bervariasi dengan artinya.






Lantai 3 (tiga) Gedung B (Gedung Arca) Museum Nasional bertema Organisasi Sosial dan Pola Pemukiman. Jangan bayangkan organisasi sosial dalam tema ini berarti organisasi masyarakat (ormas) dan organisasi politik (orpol) seperti yang ada sekarang, ya! 
Pertama kali mendengar tema Organisasi Sosial, aku pun membayangkan Museum Nasional akan menceritakan berbagai ormas di Indonesia.  
Bukan! Maksud organisasi sosial di sini adalah sistem sosial masyarakat Indonesia dari berbagai zaman dan daerah. Dalam ruangan ini dijelaskan tentang pola bermasyarakat dan berumah tangga. Lantai 3 museum ini memamerkan berbagai koleksi terkait struktrur sosial dan pemukiman masyarakat Indonesia pada zaman dahulu. Contohnya adalah perkakas rumah tangga dan rumah-rumah adat. Ada pula miniatur kompleks rumah (atau istana/keraton).






Lantai 4 (empat) Gedung B Museum Nasional menyimpan koleksi emas dan keramik. Jalan menuju lantai 4 berbeda dengan akses ke tempat lain, ia tidak dijangkau dengan eskalator seperti lantai-lantai di bawahnya. Kita harus menggunakan lift untuk naik ke lt. 4. Di lantai 4 ini terdapat koleksi benda-benda berbahan keramik seperti guci, cangkir, dan mangkok. Benda-benda tersebut merupakan keramik kuno yang ditemukan di Indonesia dan berasal dari Indonesia serta beberapa negara seperti Thailand, Vietnam dan RRC. 

Selain koleksi keramik, terdapat pula koleksi emas dari Khasanah Wonoboyo peninggalan Kerajaan Medang (Mataram Kuno) pada abad VIII dan IX yang ditemukan di Wonoboyo, Klaten, Jawa Tengah pada tahun 1990. Terdapat pula Khasanah Muteran yang ditemukan di Muteran, Jawa Timur. Di antara kedua koleksi tersebut, Khasanah Wonoboyo-lah temuan yang paling fenomenal.

Ada juga koleksi-koleksi regalia (benda-benda pusaka kerajaan) di lantai 4 Gedung Arca Museum Nasional. Contoh regalia yang dipamerkan dalam Museum Nasional adalah tongkat raja-raja, payung, dan surat perjanjian. Kerajaan-kerajaan tersebut menyerahkan regalianya kepada pihak museum sejak museum dikelola oleh BG atau sejak zaman Hindia Belanda. 

Untuk alasan keamanan, pengunjung dilarang mengambil gambar di kawasan lantai 4 Gedung Arca Museum Nasional. Seluruh koleksi di lantai 4 bernilai sangat mahal sehingga rawan pencurian. Agar tidak memancing tindak kriminal pencurian, pihak Museum Nasional melarang semua pengunjung untuk mengambil foto atau video di ruangan ini.

Berjalan-jalan di Gedung Arca Museum Nasional sangat melelahkan. Untuk melepas lelah dan menyegarkan badan setelah menjelajahi museum, ada cafe yang terletak di lantai 1 (satu) di sebelah pintu masuk. 

Sekian catatan sederhanaku tentang perjalanan di Gedung Arca Museum Nasional. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Museum Nasional dan agenda-agendanya, dapat mengunjungi website Museum Nasional atau mengikuti akun media sosialnya:
Twitter: @museumnasional

Jadwal buka Museum Nasional:

Selasa-Jumat: 08.00-16.00
Sabtu-Ahad: 08.00-17.00
Senin dan libur nasional TUTUP

1 Comments: